Tugas Sekolah COVID-19

Perkembangan COVID-19 Di Indonesia Saat ini


Berdasarkan pernyataan Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Achmad Yurianto, Hingga Selasa, 14 Juli 2020 jumlah korban yang diidentifikasi terjangkit virus corona bertambah hingga 1.591 orang. 


Wilayah Di Indonesia yang terkena dampak COVID-19




Ada pula wilayah-wilayah di Indonesia yang terkena dampak dari pandemi COVID-19 sebagai berikut :

1. Zona Merah (31 daerah)

- Sumatera Utara

  • Deli Serdang
  • Kota Medan

- Sulawesi Utara

  • Minahasa Utara
  • Kota Bitung

- Sulawesi Selatan

  • Bantaeng
  • Kota Makassar

- Papua

  • Kota Jayapura

- Nusa Tenggara Barat

  • Kota Mataram

- Maluku Utara

  • Kota Ternate

- Kalimantan Tengah

  • Kotawaringin Barat

- Kalimantan Selatan

  • Tapin
  • Banjar
  • Balangan
  • Tabalong
  • Kota Banjarmasin
  • Tanah Laut
  • Kota Banjarbaru

- Jawa Timur

  • Gresik
  • Kota Mojokerto
  • Mojokerto
  • Kota Surabaya
  • Bojonegoro
  • Sidoarjo

- Jawa Tengah

  • Kota Semarang

- Gorontalo

  • Kota Gorontalo
  • Bone Bolango

- DKI Jakarta

  • Jakarta Pusat
  • Jakarta Barat
  • Jakarta Timur
  • Jakarta Utara

- Bali

  • Karangasem


2. Zona Hijau (102 daerah)

- Sumatera Utara

  • Pakpak Bharat
  • Nias Barat
  • Nias
  • Mandailing Natal
  • Nias Utara
  • Humbang Hasundutan
  • Nias Selatan

- Sumatera Selatan

  • Ogan Komering Ulu Selatan

- Sumatera Barat

  • Kota Sawahlunto
  • Kota Pariaman
  • Kota Solok
  • Pasaman Barat

- Sulawesi Utara

  • Bolaang Mongondow Utara
  • Bolaang Mongondow Timur
  • Bolaang Mongondow Selatan

- Sulawesi Tenggara

  • Buton Utara
  • Konawe Kepulauan

- Sulawesi Tengah

  • Buol
  • Tojo Una-una
  • Banggai Kepulauan

- Sulawesi Barat

  • Mamuju Utara

- Riau

  • Kepulauan Meranti
  • Rokan Hilir
  • Siak

- Papua Barat

  • Tambrauw
  • Maybrat
  • Pegunungan Arfak
  • Sorong Selatan
  • Manokwari Selatan
  • Teluk Bintuni

- Papua

  • Yahukimo
  • Mappi
  • Mamberami Tengah
  • Dogiyai
  • Paniai
  • Tolikara
  • Yalimo
  • Deiyai
  • Boven Digeol
  • Mamberamo Raya
  • Nduga
  • Pegunungan Bintang
  • Asmat
  • Lanny Jaya
  • Puncak
  • Intan Jaya

- Nusa Tenggara Timur

  • Sumba Tengah
  • Ngada
  • Alor
  • Lembata
  • Malaka
  • Sabu Raijua
  • Timor Tengah Utara
  • Rote Ndao
  • Manggarai Timur
  • Kupang
  • Timor Tengah Selatan
  • Belu
  • Ende

- Maluku Utara

  • Pulau Taliabu

- Maluku

  • Maluku Tenggara Barat
  • Buru Selatan
  • Kepulauan Aru

- Lampung

  • Tulang Bawang
  • Tulang Bawang Barat
  • Wey Kanan
  • Mesuji
  • Pesawaran

- Kepulauan Riau

  • Natuna
  • Lingga
  • Kepulauan Anambhas

- Kepulauan Bangka Belitung

  • Bangka Barat
  • Belitung Timur

- Kalimantan Timur

  • Mahakam Ulu

- Kalimantan Tengah

  • Sukamara

- Kalimantan Barat

  • Sekadau
  • Kapuas Hulu
  • Bengkayang
  • Kayong Utara

- Jambi

  • Bungo
  • Tanjung Jabung Timur
  • Merangin
  • Tebo

- Gorontalo

  • Boalemo

- Bengkulu

  • Bengkulu Selatan
  • Bengkulu Utara
  • Kaur
  • Mukomuko
  • Lebong
  • Seluma

- Aceh

  • Aceh Barat Daya
  • Pidie Jaya
  • Aceh Singkil
  • Nagan Raya
  • Kota Subulussalam
  • Pidie
  • Aceh Tenggara
  • Aceh Tengah
  • Simeulue
  • Aceh Timur
  • Bener Meriah


Dampak dari Pandemi COVID-19




Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengungkapkan tiga dampak besar pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia sehingga masuk dalam masa krisis. 


“Gejolak ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 ini menghantam Indonesia bagaikan sebuah perfect storm yang setidaknya memberi tiga dampak besar bagi perekonomian,” katanya di Jakarta, Selasa (14/7).

Suryo menyebutkan dampak pertama adalah membuat konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60 persen terhadap ekonomi jatuh cukup dalam. Hal ini dibuktikan dengan data dari BPS yang mencatatkan bahwa konsumsi rumah tangga turun dari 5,02 persen pada kuartal I 2019 ke 2,84 persen pada kuartal I tahun ini.

Dampak kedua yaitu pandemi menimbulkan adanya ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha.

Dampak ketiga adalah seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti.

Menurut Suryo, gejolak ekonomi akibat Covid-19 menjadi momen yang bersejarah karena berdampak pada pengelolaan keuangan negara hingga dilakukan perubahan APBN sebanyak dua kali dan upaya pemulihan ekonomi nasional.

Tak hanya itu, tekanan juga berimplikasi pada penerimaan pajak yang hingga semester I 2020 hanya mencapai Rp513,65 triliun atau 44,02 persen dari target berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 Rp 1.198,8 triliun. Angka tersebut terkontraksi sampai 12,01 persen (yoy) dibanding periode sama tahun lalu yaitu Rp604,3 triliun.

“Pelemahan usaha dan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2020 ini terjadi cukup dalam sehingga berdampak juga pada penerimaan pajak kita,” ujarnya.


Solusi Untuk Mengatasi COVID-19


1.  Sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun

2. Gunakan Masker Jika keluar Rumah terutama di Tempat Ramai

3. Konsumsi Gizi yang Seimbang

4. Hati-hati jika berkontak langsung dengan hewan

5. Rajin istirahat dan olahraga yang cukup

6. Hindari mengkonsumsi daging atau makanan yang masing dalam keadaan mentah atau kurang matang

7. Lakukan Social Distancing dan jaga jarak minimal 1.5 Meter 

8. Kurangi aktivitas diluar rumah kecuali dalam keadaan yang mendesak 







Sumber :


https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01596217/update-kasus-virus-corona-indonesia-per-14-juli-2020-naik-jadi-78572-orang


https://republika.co.id/berita/qdgt5p383/tiga-dampak-besar-pandemi-covid19-bagi-ekonomi-ri


https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200715083708-20-524804/daftar-31-zona-merah-dan-102-zona-hijau-corona


https://jateng.idntimes.com/health/medical/izza-namira-1/cara-mengatasi-wabah-virus-corona-yang-terbukti-berhasil-regional-jateng/5


FABIO 

XII DKV 

Komentar